Dudepo — Bertempat di Jemaat GPIG Anugerah Dudepo, Wilayah IX, telah dilaksanakan Temu Raya Wanita Kaum Ibu (WKI) se-GPIG yang dirangkaikan dengan pemilihan Pengurus WKI Sinode GPIG untuk periode 2026–2031.
Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WITA dan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Misna Takalalumang, S.Th., Ketua BPMW Wilayah IX. Dalam renungan firman Tuhan, disampaikan refleksi dari kisah Debora, salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab yang tampil dengan keberanian dan mengambil peran kepemimpinan di tengah umat Israel.
Keteladanan Debora menjadi pesan penting bagi pelayanan WKI, bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga, jemaat, masyarakat, dan gereja. Semangat keberanian, keteguhan iman, hikmat, dan kesediaan untuk melayani menjadi nilai-nilai yang relevan untuk terus dikembangkan dalam pelayanan Wanita Kaum Ibu di lingkungan GPIG.
Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GPIG, Pdt. Ramzes Ayawaila, M.Th., sekaligus membuka secara resmi kegiatan Temu Raya WKI se-GPIG.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir jajaran BPMS, yaitu Pdt. Agustian Tololiu, S.Th., Wakil Ketua I BPMS, dan Pnt. Jimmy Mangempis, ST., Wakil Sekretaris BPMS. Kehadiran jajaran BPMS menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pelayanan WKI sebagai salah satu bagian penting dalam kehidupan pelayanan GPIG.
Agenda utama kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Pengurus WKI Sinode GPIG periode 2026–2031. Proses pemilihan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan persekutuan, dengan memperhatikan semangat pelayanan serta keberlanjutan pembinaan Wanita Kaum Ibu di seluruh jemaat GPIG.
Dari proses pemilihan tersebut, terpilih tujuh orang sebagai Pengurus WKI Sinode GPIG periode 2026–2031, dengan Pnt. Udy Martha Ningsih, S.Pd. terpilih sebagai Ketua.
Kepengurusan yang baru diharapkan dapat semakin memperkuat pelayanan Wanita Kaum Ibu di seluruh GPIG, membangun kebersamaan antarsesama WKI, serta mengembangkan berbagai program yang dapat menjawab kebutuhan jemaat dan keluarga.
Temu Raya WKI ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pelayanan perempuan dalam gereja bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan keluarga, jemaat, dan gereja yang bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kesaksian.
Kembali ke Berita
Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WITA dan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Misna Takalalumang, S.Th., Ketua BPMW Wilayah IX. Dalam renungan firman Tuhan, disampaikan refleksi dari kisah Debora, salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab yang tampil dengan keberanian dan mengambil peran kepemimpinan di tengah umat Israel.
Keteladanan Debora menjadi pesan penting bagi pelayanan WKI, bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga, jemaat, masyarakat, dan gereja. Semangat keberanian, keteguhan iman, hikmat, dan kesediaan untuk melayani menjadi nilai-nilai yang relevan untuk terus dikembangkan dalam pelayanan Wanita Kaum Ibu di lingkungan GPIG.
Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GPIG, Pdt. Ramzes Ayawaila, M.Th., sekaligus membuka secara resmi kegiatan Temu Raya WKI se-GPIG.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir jajaran BPMS, yaitu Pdt. Agustian Tololiu, S.Th., Wakil Ketua I BPMS, dan Pnt. Jimmy Mangempis, ST., Wakil Sekretaris BPMS. Kehadiran jajaran BPMS menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pelayanan WKI sebagai salah satu bagian penting dalam kehidupan pelayanan GPIG.
Agenda utama kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Pengurus WKI Sinode GPIG periode 2026–2031. Proses pemilihan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan persekutuan, dengan memperhatikan semangat pelayanan serta keberlanjutan pembinaan Wanita Kaum Ibu di seluruh jemaat GPIG.
Dari proses pemilihan tersebut, terpilih tujuh orang sebagai Pengurus WKI Sinode GPIG periode 2026–2031, dengan Pnt. Udy Martha Ningsih, S.Pd. terpilih sebagai Ketua.
Kepengurusan yang baru diharapkan dapat semakin memperkuat pelayanan Wanita Kaum Ibu di seluruh GPIG, membangun kebersamaan antarsesama WKI, serta mengembangkan berbagai program yang dapat menjawab kebutuhan jemaat dan keluarga.
Temu Raya WKI ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pelayanan perempuan dalam gereja bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan keluarga, jemaat, dan gereja yang bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kesaksian.