Gereja yang bersekutu, bersaksi, dan melayani info@gpig.or.id
Mengenal GPIG

Profil GPIG

Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo hadir sebagai gereja yang bersekutu, bersaksi, dan melayani di tanah Gorontalo.

Sejarah

Perjalanan pelayanan

Jejak Injil di tanah Gorontalo diawali sejak kehadiran orang-orang Kristen Eropa pada tahun 1583. Pada era penginjilan NZG, Zendeling J.H. Lineman melaksanakan pembaptisan pertama pada 13 Oktober 1861 terhadap 35 orang di Gorontalo, benih iman yang kini telah berkembang menjadi puluhan jemaat. Sejak 1937–1964 pelayanan dilanjutkan oleh GMIM, hingga pada Sidang Am GPI 30 April 1964, GPIG diusulkan menjadi Gereja Bagian Mandiri dari GPI. GPIG resmi berdiri dan bersinode pada 18 Juli 1965 di Gorontalo.

GPIG sebagai Ecclesia Viatorum (Journeying Church) dalam pengembaraan menuju Tanah Perjanjian yang kekal, pada Periode I (1965–1969) dipimpin oleh Pdt. J. Pondaag. Periode II (1969–1973) dipimpin oleh Pdt. H. Wowiling. Periode III (1973–1977) dan Periode IV (1978–1981) dipimpin oleh Pdt. H. Manoi, Sm.Th. Periode V (1982–1986) dipimpin oleh Pdt. J.F. Watangterah, S.Th. Periode VI–IX (1986–2005) dipimpin oleh Pdt. Elisa Buang Walone, Sm.Th. Periode X (2005–2010) dipimpin oleh Pdt. Donald Tirukan, S.Th. Periode XI (2010–2015) dipimpin oleh Pdt. Alfred Ronald Oroh, S.Th. Periode XII (2015–2020) dipimpin oleh Pdt. Juanita S.S. Takasenseran, M.Th. Pada Periode XIII (2020–2026), GPIG dipimpin oleh Pdt. Alfred Ronald Oroh, S.Th.

Dalam perjalanannya, GPIG tumbuh dari sebuah jemaat kecil menjadi gereja dengan puluhan jemaat yang tersebar di 10 Wilayah se-Provinsi Gorontalo. GPIG menjadi anggota aktif PGI, SAG Suluteng, GPI, dan World Communion of Reformed Churches (WCRC), jaringan yang menjadi modal penting untuk kemitraan dan dukungan internasional.

Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo hadir sebagai persekutuan umat Tuhan yang tumbuh dan melayani di wilayah Gorontalo. Dalam perjalanannya, GPIG membangun kehidupan bergereja melalui aras sinode, wilayah, dan jemaat.
Logo GPIG
Ecclesia Viatorum Gereja yang terus berjalan dalam pengharapan.
Arah pelayanan 2027–2031

Visi & Misi GPIG

Menjadi gereja yang terbuka, bertumbuh mandiri, dan terus diperbarui untuk menghadirkan misi Allah secara holistik.

Visi GPIG 2027–2031
GPIG yang Inklusif, Mandiri, dan Bertransformasi dalam Menyatakan Misi Allah yang Holistik

Inklusif

GPIG menjunjung tinggi keterbukaan, menghargai keberagaman, dan membangun dialog konstruktif lintas batas agama, budaya, dan denominasi. GPIG inklusif karena Kristus yang pertama menerima semua orang (Roma 15:7).

Mandiri

GPIG bergumul mewujudkan kemandirian teologi, daya atau sumber daya manusia, dan dana. Kemandirian berarti mengelola seluruh potensi yang dianugerahkan Tuhan dengan bertanggung jawab untuk melaksanakan misi.

Bertransformasi

GPIG terbuka untuk terus-menerus memperbarui diri dalam terang firman Allah. Transformasi dimulai dari pertobatan pribadi, kemudian merambat menjadi transformasi jemaat dan masyarakat (Roma 12:2).

Misi GPIG

Hadir dan berkarya bagi sesama

  1. Membangun kerohanian dan karakter jemaat dalam segala segi kehidupan untuk bertumbuh ke arah Kristus, sehingga mampu hadir dan berkarya sesuai firman Tuhan di tengah pergumulan dunia dan konteks zamannya.
  2. Memberitakan Injil Kerajaan Allah dan nilai-nilainya melalui pelayanan serta kehadiran Gereja di tengah masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang adil dan damai bagi semua ciptaan Tuhan secara mandiri dalam teologi, daya, dan dana.
  3. Menjadi saluran kasih Tuhan bagi jemaat GPIG dalam aspek spiritual, moral, dan material, serta bagi masyarakat secara umum dan inklusif untuk menggenapi misi Allah yang holistik.
Kepemimpinan sinode

Kenali pengurus GPIG

Lihat susunan pengurus berdasarkan perangkat pelayanan: BPMS, MPS, dan MP3S.

Buka Pengurus Sinode