Berdasarkan arah strategis Renstra dan kebutuhan pembinaan dalam Kurikulum GPIG, pelayanan Pria Kaum Bapa menghadapi sejumlah tantangan, yaitu:
- belum meratanya pembinaan iman kategorial dan penggunaan bahan ajar berbasis kurikulum;
- belum konsistennya kehidupan doa, pembacaan Firman, dan kepemimpinan ibadah keluarga;
- kecenderungan memahami kepemimpinan keluarga sebagai kekuasaan, bukan kasih dan pelayanan;
- persoalan komunikasi, pengampunan, pengelolaan emosi, stres, dan kesehatan mental pria;
- pergumulan integritas dalam pekerjaan serta pengelolaan keuangan keluarga;
- belum optimalnya keterlibatan Kaum Bapa dalam pelayanan, kaderisasi, dan mentoring generasi muda;
- keterbatasan kapasitas pengurus dalam perencanaan program, komunikasi, dan penggunaan teknologi; serta
- perlunya peningkatan kepedulian terhadap diakonia, pembangunan sarana pelayanan, kerukunan, dan kelestarian lingkungan.