Puasa yang berkenan
Bacaan: Yesaya 58:6–10
Tema Kurikulum GPIG: BERTUMBUH — spiritualitas yang hidup dan berkesinambungan
Disiplin rohani bukan cara memperoleh kasih Allah, melainkan ruang untuk menerima kasih karunia dan dilatih menjadi serupa dengan Kristus. Puasa sejati mendekatkan kita kepada Allah sekaligus membuka mata terhadap orang yang membutuhkan.
Iman kepada Kristus selalu memiliki dampak pada cara kita memperlakukan sesama. Karena itu, menata ritme doa, keheningan, syukur, puasa, dan istirahat yang sehat tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Roh Kudus menolong kita menerjemahkannya menjadi pilihan yang dapat dilihat di tengah jadwal padat dan gangguan digital. Kita tidak melakukan semua ini untuk memperoleh kasih Allah, tetapi karena di dalam Kristus kita lebih dahulu dikasihi dan dipanggil bertumbuh.
Hari ini, jangan menunggu keadaan sempurna. Mulailah dari langkah yang kecil, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pertumbuhan yang berkesinambungan lahir ketika Firman direnungkan, dilakukan, lalu dievaluasi dalam persekutuan. Dengan demikian, iman menjadi berakar, bertumbuh, berbuah, berdaya, dan berdampak—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, jemaat, masyarakat, dan ciptaan.
Renungkan: Apa yang sedang Tuhan tunjukkan melalui bacaan ini? Kebiasaan, relasi, atau keputusan apa yang perlu diserahkan kepada Kristus? Siapa yang dapat diajak bertumbuh bersama?
Tips Rohani Hari Ini: Kurangi satu kenyamanan hari ini dan alihkan waktu atau biayanya untuk menolong seseorang.
Doa Hari Ini: Tuhan Yesus, terima kasih untuk Firman-Mu yang menuntun dan kasih karunia-Mu yang menopang. Bentuklah hati, pikiran, dan tindakanku agar selaras dengan kehendak-Mu. Tolong aku menjalankan langkah hari ini dengan rendah hati, setia, dan penuh kasih. Pakailah hidupku menjadi berkat bagi keluarga, jemaat, dan sesama. Amin.
Kembali ke Renungan