Doa yang tekun
Bacaan: Lukas 18:1–8
Tema Kurikulum GPIG: BERTUMBUH — spiritualitas yang hidup dan berkesinambungan
Disiplin rohani bukan cara memperoleh kasih Allah, melainkan ruang untuk menerima kasih karunia dan dilatih menjadi serupa dengan Kristus. Ketekunan dalam doa membentuk kepercayaan, bahkan ketika jawaban belum terlihat.
Tuhan memakai keluarga dan jemaat agar kita saling meneguhkan, menegur, dan memulihkan. Karena itu, menata ritme doa, keheningan, syukur, puasa, dan istirahat yang sehat tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Roh Kudus menolong kita menerjemahkannya menjadi pilihan yang dapat dilihat di tengah jadwal padat dan gangguan digital. Kita tidak melakukan semua ini untuk memperoleh kasih Allah, tetapi karena di dalam Kristus kita lebih dahulu dikasihi dan dipanggil bertumbuh.
Hari ini, jangan menunggu keadaan sempurna. Mulailah dari langkah yang kecil, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pertumbuhan yang berkesinambungan lahir ketika Firman direnungkan, dilakukan, lalu dievaluasi dalam persekutuan. Dengan demikian, iman menjadi berakar, bertumbuh, berbuah, berdaya, dan berdampak—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, jemaat, masyarakat, dan ciptaan.
Renungkan: Apa yang sedang Tuhan tunjukkan melalui bacaan ini? Kebiasaan, relasi, atau keputusan apa yang perlu diserahkan kepada Kristus? Siapa yang dapat diajak bertumbuh bersama?
Tips Rohani Hari Ini: Pilih satu pokok doa yang lama tertunda dan doakan dengan setia selama tujuh hari ke depan.
Doa Hari Ini: Tuhan Yesus, terima kasih untuk Firman-Mu yang menuntun dan kasih karunia-Mu yang menopang. Bentuklah hati, pikiran, dan tindakanku agar selaras dengan kehendak-Mu. Tolong aku menjalankan langkah hari ini dengan rendah hati, setia, dan penuh kasih. Pakailah hidupku menjadi berkat bagi keluarga, jemaat, dan sesama. Amin.
Kembali ke Renungan