Kepemimpinan yang melayani
Bacaan: Markus 10:42–45
Tema Kurikulum GPIG: BERDAYA — talenta, waktu, harta, dan ciptaan dikelola bagi kemuliaan Allah
Setiap karunia adalah titipan. Kristus memanggil kita bukan untuk membandingkan diri, tetapi untuk setia menggunakan apa yang ada pada kita. Yesus membalik ukuran kebesaran: pemimpin terbesar adalah yang rela melayani.
Tuhan memakai keluarga dan jemaat agar kita saling meneguhkan, menegur, dan memulihkan. Karena itu, mengubah rasa memiliki menjadi tanggung jawab dan pelayanan yang rendah hati tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Roh Kudus menolong kita menerjemahkannya menjadi pilihan yang dapat dilihat dalam ekonomi keluarga, pelayanan gereja, pekerjaan, dan pemeliharaan lingkungan. Kita tidak melakukan semua ini untuk memperoleh kasih Allah, tetapi karena di dalam Kristus kita lebih dahulu dikasihi dan dipanggil bertumbuh.
Hari ini, jangan menunggu keadaan sempurna. Mulailah dari langkah yang kecil, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pertumbuhan yang berkesinambungan lahir ketika Firman direnungkan, dilakukan, lalu dievaluasi dalam persekutuan. Dengan demikian, iman menjadi berakar, bertumbuh, berbuah, berdaya, dan berdampak—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, jemaat, masyarakat, dan ciptaan.
Renungkan: Apa yang sedang Tuhan tunjukkan melalui bacaan ini? Kebiasaan, relasi, atau keputusan apa yang perlu diserahkan kepada Kristus? Siapa yang dapat diajak bertumbuh bersama?
Tips Rohani Hari Ini: Lakukan satu pekerjaan sederhana yang biasanya kamu harapkan dilakukan orang lain.
Doa Hari Ini: Tuhan Yesus, terima kasih untuk Firman-Mu yang menuntun dan kasih karunia-Mu yang menopang. Bentuklah hati, pikiran, dan tindakanku agar selaras dengan kehendak-Mu. Tolong aku menjalankan langkah hari ini dengan rendah hati, setia, dan penuh kasih. Pakailah hidupku menjadi berkat bagi keluarga, jemaat, dan sesama. Amin.
Kembali ke Renungan