Berdasarkan Rancangan Program Renstra, pelayanan Remaja dilaksanakan melalui program-program berikut.
1. Ibadah dan pembinaan Remaja berbasis Kurikulum
Program ibadah jemaat, kolom, dan pelayanan kategorial diarahkan menggunakan bahan ajar atau materi berbasis Kurikulum 5B. Pelaksanaan pembinaan Remaja dilakukan secara rutin setiap minggu dengan sasaran sekurang-kurangnya 70 persen program ibadah telah menggunakan bahan ajar berbasis kurikulum.
Dalam pelayanan Remaja, bahan ajar PANDU REMAJA menjadi pedoman pembinaan. Materi dilaksanakan dengan pendekatan interaktif, relasional, dialogis, kreatif, dan aman bagi remaja. Topik sensitif seperti pacaran, body image, kesehatan mental, seksualitas, bullying, serta masalah keluarga perlu dibawakan oleh pembina terlatih dan, bila diperlukan, melibatkan orang tua atau tenaga profesional.
2. Penerbitan bahan atau modul ajar PELKA
Bahan ajar bagi PKB, WKI, Pemuda, Remaja, dan ASM disusun mengikuti silabus dan diterbitkan setiap triwulan. Target program adalah:
- bahan ajar tersedia sebelum awal setiap triwulan;
- empat paket bahan ajar diterbitkan setiap tahun;
- materi terdistribusi dan digunakan di seluruh jemaat; serta
- terdapat kesinambungan tema pembinaan dari 2027 sampai 2031.
3. Kemah Kreatif dan Pembinaan PELKA Remaja
Kemah Kreatif Remaja merupakan program utama dalam Bidang Kerohanian, Pembinaan Iman, dan Pemuridan. Program ini dirancang sebagai ruang pembinaan yang aman, menyenangkan, kreatif, dan berpusat pada pertumbuhan iman remaja. Rancangan Program menetapkan peserta minimal 150 orang, penggunaan tema Kurikulum 5B, serta sasaran minimal 70 persen peserta menyatakan komitmen untuk bertumbuh dalam iman.
Pelaksanaannya direncanakan pada aras Sinode pada 2027, 2029, dan 2031, sedangkan 2028 dan 2030 dapat dilaksanakan pada aras Wilayah atau Rayon. Materi Kemah Kreatif meliputi:
- ibadah pembukaan dan ice breaking kreatif;
- sesi identitas dalam Kristus dan ekspresi iman melalui seni;
- workshop keterampilan pelayanan seperti berkhotbah, memimpin pujian, drama, dan desain bahan digital;
- diskusi terbuka mengenai media sosial, pergaulan, prestasi, keluarga, dan masa depan;
- kelompok sharing yang aman dan terpandu;
- pameran karya serta penampilan seni remaja; dan
- ibadah penutup serta komitmen pertumbuhan iman.
4. Pemilihan Remaja Panutan (MAPAN)
MAPAN dilaksanakan satu kali setiap tahun dengan peserta minimal 50 orang. Program ini bertujuan memilih dan membina Remaja Panutan yang dapat menjadi teladan hidup beriman bagi remaja se-Sinode GPIG. Penilaian perlu menekankan integritas, pertumbuhan iman, kemampuan komunikasi, kreativitas, kepedulian sosial, penggunaan teknologi secara sehat, dan keterlibatan dalam pelayanan—bukan sekadar penampilan atau kompetisi.
Remaja Panutan yang terpilih diharapkan mendapat pendampingan lanjutan, dilibatkan dalam kegiatan PELKA Remaja, dan menjadi penggerak kampanye positif mengenai iman, persahabatan sehat, anti-bullying, kepedulian lingkungan, serta pelayanan di sekolah dan gereja.
5. Pelatihan Pembina Remaja dan Pengurus PELKA Remaja
Pelatihan dilaksanakan secara bertahap agar seluruh sepuluh wilayah GPIG menerima pembinaan dan memiliki Pembina Remaja yang kompeten serta tersertifikasi pada 2031. Tahapan program terdiri atas Batch 1 dan distribusi modul pada 2027, Batch 2 pada 2028, Batch 3 pada 2029, Batch 4 pada 2030, serta Batch 5 dan sertifikasi pada 2031.
Materi pelatihan mencakup:
- psikologi perkembangan dan dunia remaja masa kini;
- kepemimpinan, integritas, dan kode etik Pembina Remaja;
- batas-batas relasi pembina dan remaja, kerahasiaan, serta perlindungan remaja;
- metode pembinaan kreatif dan perencanaan program berbasis Kurikulum 5B;
- konseling pastoral, teknik mendengarkan aktif, dan prosedur rujukan kasus;
- teknik memimpin ibadah, renungan interaktif, serta diskusi kelompok; dan
- pemanfaatan teknologi, AI, media visual, dan konten digital dalam pembinaan.
6. Pelayanan digital, kreativitas, dan kesaksian sosial
Remaja diarahkan menggunakan kreativitas dan teknologi sebagai sarana pertumbuhan iman serta kesaksian. Bentuk kegiatannya dapat berupa:
- pembuatan konten renungan, kesaksian, musik, puisi, drama, fotografi, dan desain rohani;
- pengelolaan media sosial PELKA Remaja secara sehat dan bertanggung jawab;
- kampanye anti-bullying, etika digital, kesehatan relasi, dan penggunaan gawai yang bijak;
- dokumentasi dan publikasi kegiatan remaja;
- partisipasi dalam webinar, diskusi Alkitab, dan pembinaan daring;
- bakti sosial, pelayanan kepada kelompok rentan, serta aksi kepedulian lingkungan; dan
- kesaksian iman yang natural di sekolah, keluarga, gereja, dan komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, remaja belajar bahwa iman Kristen dapat diekspresikan secara kreatif dan harus diwujudkan dalam kasih, integritas, perdamaian, pelayanan, dan pemeliharaan ciptaan.