BAB IV ISU STRATEGIS & PROGRAM PRIORITAS
Bab ini menyajikan Isu Strategis, Program, dan Skala Prioritas untuk setiap Kategori Program GPIG 2027-2031. Skala Prioritas (Tinggi/Sedang/Rendah) ditetapkan berdasarkan skor urgensi hasil Survei Jemaat periode Mei-Juli 2026 serta signifikansi isu terhadap keberlanjutan pelayanan, sebagaimana diuraikan pada BAB II.
4.1. Isu Strategis
Kategori Program I: Kerohanian, Pembinaan Iman & Pemuridan
Kategori Program ini merupakan prioritas utama dalam pelayanan GPIG. Hasil Survei Jemaat Mei–Juli 2026 menunjukkan skor gap/jarak sosial dalam jemaat sebesar 3,12 — terendah dari seluruh pertanyaan survei — serta skor penginjilan sebesar 3,34. Kedua temuan ini menegaskan urgensi penguatan pembinaan iman, ibadah, dan pemuridan kategorial di seluruh jemaat GPIG.
Skala Prioritas Kategori Program: Tinggi
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 1.1 | Lemahnya pembinaan iman kategorial: kegiatan PELKA belum merata, belum berbasis kurikulum, dan daya transformasi masih terbatas. | Kemah Kerja & Pembinaan PELKA Pemuda Sinode GPIG; Kemah Ceria PELKA ASM Sinode GPIG; Temu Raya Anak Sekolah Minggu SAG Suluteng; Kemah Kreatif PELKA Remaja Sinode GPIG; Pemilihan Remaja Panutan (MAPAN) PELKA Remaja Sinode GPIG; Camp Pria Bangkit - PELKA PKB (Kerja sama PGI/SAG Suluteng); Hari Persatuan Pria Kaum Bapak (HAPSA) PELKA PKB Sinode GPIG | Tinggi |
| 1.2 | Kehadiran ibadah tidak stabil, kebiasaan doa keluarga lemah, dan perubahan hidup jemaat belum terlihat nyata. | Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) GPIG; Program Ibadah Keluarga Terstruktur; Penguatan PA Kolom/Rayon (silabus PA bulanan sesuai kurikulum GPIG); Webinar Online GPIG (pendalaman Alkitab / topik iman kontemporer) | Tinggi |
| 1.3 | Gap/jarak sosial dalam jemaat masih nyata (skor 3,12 - terendah seluruh survei) dan penginjilan masih lemah (skor 3,34). | Program Rekonsiliasi & Kerukunan Internal Jemaat; Program Penginjilan Kontekstual GPIG; Program Kunjungan Pastoral Jemaat Tidak Aktif | Tinggi |
Kategori Program II: Pelayan Khusus & Pengembangan SDM
Rasio pendeta terhadap jumlah jemaat GPIG belum ideal, dan kapasitas Pelayan Khusus masih belum merata di seluruh wilayah. Kondisi ini menjadikan Kategori Program ini berprioritas tinggi demi menjaga keberlanjutan dan mutu pelayanan GPIG.
Skala Prioritas Kategori Program: Tinggi
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 2.1 | Kapasitas Pelayan Khusus yang belum merata; kekurangan jumlah pendeta; dan lemahnya keteladanan pelsus. | Konven Pendeta Se-GPIG; Kursus Pembinaan Majelis Jemaat (wajib sebelum pentahbisan - 8 modul, 24 jam total); Beasiswa Studi Lanjut Pendeta & Pelayan Khusus (S2/S3 Teologi); Pelatihan Teologi, Pastoral Konseling & Isu-isu Aktual; Peningkatan Kapasitas Pengelola Keuangan GPIG; Pelatihan Implementasi Aplikasi SmartGPIG | Tinggi |
| 2.2 | Kekurangan Pendeta Pekerja Tetap relatif terhadap jumlah jemaat; rasio pendeta-jemaat belum ideal. | Penggajian & Tunjangan Pendeta Pekerja Tetap (proyeksi kenaikan 10% Thn 1, 5% berikutnya; baseline 2026: 48 pendeta); Tunjangan Purna Tugas (Pensiun) Pendeta GPIG (baseline 2026: 7 orang); Penggajian Staf Kantor Sinode; Rekrutmen & Pembinaan Vikaris/Calon Pendeta | Tinggi |
| 2.3 | Pengurus dan pembina PELKA belum memiliki kapasitas yang memadai; GSM belum terlatih sistematis. | LTC (Leadership Training Course) Pengurus PELKA Pemuda; Pelatihan Pembina Remaja & Pengurus PELKA Remaja; Pelatihan & Sertifikasi Guru Sekolah Minggu (GSM); Pelatihan & Upgrading Pengurus Pria Kaum Bapak; Pelatihan & Upgrading Pengurus Wanita Kaum Ibu | Tinggi |
Kategori Program III: Kurikulum, Bahan Ajar & Literatur
Skor survei terhadap kelengkapan bahan ajar Anak Sekolah Minggu tercatat 3,13 — terendah kedua dari seluruh 85 pertanyaan survei — sehingga penyediaan kurikulum dan bahan ajar yang lengkap menjadi kebutuhan mendesak bagi pelayanan GPIG.
Skala Prioritas Kategori Program: Tinggi
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 3.1 | Belum tersedia bahan ajar berbasis Kurikulum GPIG yang lengkap, sesuai usia, dan dapat diakses semua jemaat. | Penerbitan Buku Bahan Ajar PELKA Semesteran (PKB, WKI, Pemuda, Remaja, ASM - per semester, mengikuti silabus); Penyusunan Materi Khotbah Roti Hidup (berbasis kurikulum tahunan - triwulan, disertai panduan kolom/rayon); Penyusunan & Penerbitan Buku Panduan Pelayan Khusus (pegangan Pelsus berbasis TG GPIG 2023); Penerbitan Liturgi Kreatif GPIG (tata ibadah yang kontekstual, inklusif, dan holistik); Penerbitan Jurnal/Buletin/Renungan Teologi GPIG (publikasi teologis kontekstual Gorontalo) | Tinggi |
Kategori Program IV: Tata Kelola, Digitalisasi & Kelembagaan
Kategori Program ini berperan sebagai enabler struktural yang mendukung keberhasilan seluruh kategori program lain. Meskipun tidak muncul sebagai skor survei terendah, penataan digitalisasi, tata laksana, dan kelembagaan tetap penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan GPIG secara keseluruhan.
Skala Prioritas Kategori Program: Sedang
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 4.1 | Pemanfaatan teknologi informasi belum merata dan optimal; komunikasi lintas aras masih lambat; platform digital GPIG belum terintegrasi penuh. | Pengembangan & Pemeliharaan Aplikasi SmartGPIG (data jemaat, keuangan, program, laporan - terintegrasi semua aras); Operasional Media Sosial Resmi GPIG (Facebook, Instagram, YouTube, WhatsApp Channel - konten terjadwal); Pengembangan Website Resmi GPIG (berita, program, silabus, bahan ajar - dapat diakses semua jemaat); Pengembangan Multimedia Jemaat & Pengadaan Peralatan Minimum | Sedang |
| 4.2 | Penyesuaian aturan pelayanan secara teknis dalam beberapa hal belum diatur atau disesuaikan kembali dengan kondisi terbaru. | Revisi Tata Laksana GPIG | Sedang |
| 4.3 | Kelembagaan pembagian Wilayah GPIG yang kurang proporsional terkait jumlah jemaat dan luas geografis. | Persiapan & Pelaksanaan Pemekaran Wilayah Pelayanan | Sedang |
| 4.4 | Perlunya peningkatan persekolahan Yayasan Pendidikan Kristen Maesa (YPKM). | Penambahan Sarana Prasarana Gedung & Peralatan YPKM; Pengembangan YPKM Gorontalo melalui kerja sama dengan pihak mitra | Sedang |
| 4.5 | Koordinasi pelayanan GPIG tiap tahun dan tiap lima tahun serta pembaruan perangkat pelayanan aras Sinode. | Sidang Tahunan Sinode/STS (pembentukan Panitia paling lambat 6 bulan sebelum STS); Sidang Sinode (pembentukan Panitia paling lambat 1 tahun sebelum SS); Pemilihan Pengurus Pelka Aras Sinode Periode 2031-2036; Penunjukan Komisi Aras Sinode Periode 2031-2036 | Sedang |
Kategori Program V: Sarana Prasarana Ibadah & Pelayanan
Survei Jemaat Mei–Juli 2026 mencatat pembangunan gedung gereja sebagai kebutuhan yang paling banyak disebutkan responden. Skor terhadap indikator 'gereja menyediakan ruang layak bagi anak' juga hanya 3,35 — terendah keempat dari seluruh pertanyaan survei — sehingga Kategori Program ini ditetapkan berprioritas tinggi.
Skala Prioritas Kategori Program: Tinggi
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 5.1 | Banyak jemaat GPIG belum memiliki gedung gereja, konsistori, dan pastori yang layak; pembangunan gedung gereja adalah kebutuhan paling mendesak menurut responden survei. | Pemetaan & Pendataan Kondisi Sarana Prasarana Semua Jemaat (gedung gereja, konsistori, pastori - kondisi fisik, status lahan, kebutuhan renovasi/bangun baru); Kemitraan dengan Pemda & BUMN/Swasta untuk Sarana Ibadah Jemaat (dana CSR BUMN/Swasta, hibah APBD Provinsi/Kabupaten/Kota); Dana Stimulan Pembangunan/Renovasi Gedung Gereja, Konsistori, Pastori (diberikan kepada jemaat prioritas MERAH - belum punya gedung atau kondisi sangat tidak layak) - Min. 2 jemaat per tahun, 10-30 jt/jemaat; Huyula Pria Kaum Bapak untuk Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Prasarana Pelayanan; Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor/Konsistori/Ibadah | Tinggi |
| 5.2 | Ruang pelayanan anak (Sekolah Minggu) tidak layak (skor 3,35, terendah keempat); perlengkapan dan bahan ajar ASM juga rendah (skor 3,13, terendah kedua seluruh survei). | Program Gereja Ramah Anak (GRA) GPIG (standardisasi min. ruang ASM: aman, berwarna, perlengkapan dasar) - Min. 25 jemaat punya ruang/pojok anak standar pada 2031; Pengadaan Perlengkapan ASM ke Jemaat (meja-kursi anak, papan tulis, media ajar, proyektor mini, bahan ajar) | Tinggi |
Kategori Program VI: Sumber Daya, Kemandirian & Diakonia
Skor survei terkait kondisi keuangan keluarga jemaat tercatat 3,68 — berada di bawah rata-rata, meskipun tidak pada level terendah — sehingga Kategori Program ini ditetapkan berprioritas sedang guna memperkuat kemandirian sumber daya dan pelayanan diakonia secara bertahap.
Skala Prioritas Kategori Program: Sedang
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 6.1 | Sumber pendanaan GPIG masih terbatas; sentralisasi belum optimal; gereja belum memiliki sumber pendanaan alternatif yang berkelanjutan. | Sentralisasi Jemaat Berbasis Standar & Kategori (sistem 3 kategori - disesuaikan dengan kemampuan jemaat); Pembentukan & Operasional Badan Usaha/Koperasi GPIG (kerja sama dengan GMIH); Penggalangan Dana dari Donatur & Mitra Eksternal (perorangan, lembaga, pemda, GPI, PGI, WCRC - sistematis); Pelatihan Literasi Keuangan & Kewirausahaan Jemaat (respons survei: masalah hutang & pengelolaan keuangan keluarga) | Sedang |
| 6.2 | Program diakonia belum terstruktur; pelayanan kepada yang rentan belum merata; kesaksian publik gereja perlu diperkuat. | Program Diakonia Karitatif & Transformatif (bantuan langsung + pemberdayaan - janda, yatim, lansia, keluarga tidak mampu); Program Kerukunan Umat Beragama & Dialog Interfaith (FKUB, forum dialog, kerja sama kegiatan sosial lintas agama); Partisipasi dalam Kegiatan PGI, SAG Suluteng & GPI (sidang, program ekumenis, dan kerja sama lintas gereja) | Sedang |
Kategori Program VII: Hukum & Pendataan/Legalitas Aset
Kategori Program ini bersifat fondasional dan mendukung keberlanjutan kategori program lain dalam jangka menengah, mencakup penyelesaian legalitas aset gereja serta pengembangan program ekologi (Creation Care).
Skala Prioritas Kategori Program: Sedang
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 7.1 | Ketidakjelasan legalitas kepemilikan aset dan permasalahan penguasaan aset gereja oleh pihak lain; database aset belum lengkap. | Pendataan & Pemutakhiran Data Aset GPIG (input ke Aplikasi SmartGPIG - tanah, bangunan, kendaraan, aset produktif); Pengurusan Sertifikat Tanah Gereja (kerja sama BPN - program PTSL/Prona - target progresif per tahun); Advokasi Hukum Aset Bermasalah (tanah/bangunan yang dikuasai pihak lain - proses mediasi dan litigasi) | Sedang |
| 7.2 | GPIG belum memiliki program ekologi yang terstruktur; krisis lingkungan hidup berdampak pada kehidupan jemaat (petani, nelayan). | Program Gereja Hijau GPIG (Creation Care) (penanaman pohon, pengelolaan sampah, edukasi lingkungan berbasis iman); Pengelolaan Lahan Jemaat dan Pembinaan Pertanian/Peternakan/Perikanan Berkelanjutan (kelompok usaha jemaat berbasis potensi lokal Gorontalo) | Sedang |
Kategori Program VIII: Pusat PWG & Kemitraan
Kategori Program ini berfokus pada pengembangan infrastruktur dan kemitraan jangka panjang, sehingga ditetapkan berprioritas rendah dibandingkan kebutuhan mendesak pada kategori lain — tanpa mengurangi pentingnya kategori ini bagi keberlanjutan pelayanan GPIG di masa depan.
Skala Prioritas Kategori Program: Rendah
| No | Isu Strategis | Program | Skala Prioritas |
|---|---|---|---|
| 8.1 | GPIG belum memiliki Pusat Pembinaan Warga Gereja (Pusat PWG) yang permanen; seluruh kegiatan kemah, retreat, konven, dan pelatihan bergantung pada fasilitas sewaan yang mahal dan kualitasnya tidak konsisten. | Studi Kelayakan & Perencanaan Pusat PWG GPIG (lokasi ideal, kapasitas, desain, pembiayaan, analisis ROI); Penggalangan Dana Pembangunan Pusat PWG GPIG (internal: jemaat; eksternal: donatur Kristen, lembaga ekumenis, donor internasional); Pembangunan Pusat PWG GPIG Tahap I (aula serbaguna + asrama 100 orang + dapur + fasilitas pendukung) GROUNDBREAKING: HUT GPIG ke-64, 18 Juli 2029 | Rendah |
| 8.2 | GPIG belum memiliki hubungan formal dengan lembaga donor internasional, meskipun sebagai anggota WCRC dan bagian dari PGI, GPIG sudah memiliki pintu masuk ke jaringan CWM, LWF, ACT Alliance. | Penyusunan GPIG International Profile (profil resmi dalam Bahasa Inggris) - Proposal ke donor internasional tidak bisa dimulai; Pemetaan & Pendekatan Lembaga Donor Ekumenis Internasional (CWM, WCRC, LWF, ACT Alliance, UEEM, HEKS-EPER Swiss, Bread for the World Jerman, dll.); Program Beasiswa Internasional bagi Pendeta & Pemuda GPIG (via WCRC, CWM, LWF); Program Sister Church - Kemitraan Gereja Saudara Internasional (kemitraan bilateral GPIG dengan gereja-gereja di Belanda, Jerman, Swiss, Australia, Korea dll) | Rendah |
| 8.3 | GPIG memiliki anggota diaspora (berdomisili di luar Gorontalo) yang belum terhubung secara formal dengan Sinode; potensi dukungan doa, keahlian profesional, dan finansial dari diaspora belum terorganisir. | Pembentukan Jaringan Diaspora GPIG (JD-GPIG) (komunitas resmi alumni & anggota GPIG di luar Gorontalo) | Rendah |
4.2. Program Prioritas
Berbasis data survei akhir (n=82) dan masukan kualitatif Pelsus serta pengurus pelayanan. Setiap rekomendasi disertai tautan ke Renstra dan Kurikulum Pelayanan GPIG.
PROGRAM PRIORITAS UTAMA (URGENT)
#1 Program Pembinaan Warga Gereja (PWG) Terstruktur dan Merata
Disebut 31× sebagai hal yang perlu diperbaiki dan 20× sebagai kebutuhan paling mendesak — tema paling dominan dalam data final. PWG harus: (a) dijalankan di jemaat kecil tanpa SDM khusus, (b) bahan ajar didistribusikan dari Sinode, (c) dilaksanakan di ibadah kolom dan PELKA, (d) menyasar keluarga sebagai unit pembinaan terkecil.
#2 Pengembangan Kurikulum, Silabus & Bahan
Pengembanga kurikulum, silabus & bahan ajar ASM
#3 Program Rekonsiliasi & Kerukunan Internal Jemaat
Indikator terendah seluruh survei (3.12) dengan 31% responden negatif. Meski membaik dari laporan sementara (2.85), ini tetap isu teologis tentang hakikat gereja sebagai tubuh Kristus. Program: (a) ibadah rekonsiliasi terstruktur, (b) mekanisme mediasi konflik yang jelas, (c) kegiatan lintas kelompok sosial-ekonomi.
#4 Program Regenerasi Pemuda: Figur Teladan, Pembinaan Digital, Ruang Berkarya
Bidang Pemuda & Remaja tetap terendah (3.76). Tiga sub-masalah: (a) gadget mengganggu iman (3.26) — perlu literasi digital Kristiani; (b) figur teladan rohani masih lemah (3.68); (c) pemuda belum konsisten aktif ibadah. Target: minimal 1 program pemuda aktif per jemaat per tahun.
PROGRAM PENTING
#5 Pembinaan & Peningkatan Kualitas Pelayan Khusus
Disebut 8× sebagai isu kepemimpinan dan menjadi perhatian khusus karena sasaran survei akhir ini adalah Pelsus dan pengurus pelayanan itu sendiri. Renstra perlu: (a) kursus pembinaan wajib sebelum pentahbisan, (b) pembinaan berkelanjutan minimal 2× per tahun, (c) mekanisme evaluasi kinerja Pelsus, (d) mentoring pendeta muda oleh pendeta senior.
#6 Program Pemberdayaan Ekonomi Jemaat
Ekonomi disebut 9× sebagai isu yang perlu diperbaiki. Masalah: keluarga sulit atur keuangan, terbeban hutang (3.60), gereja lambat kembangkan usaha (3.56). Renstra perlu: (a) program UMKM berbasis potensi lokal Gorontalo, (b) koperasi/simpan-pinjam berbasis jemaat, (c) pelatihan literasi keuangan keluarga, (d) kemitraan dengan pemerintah daerah.
#7 Program Penginjilan & Pelatihan Bersaksi Kontekstual
Renstra perlu: (a) penginjilan berbasis relasi, (c) KKR Sinode, (d) penginjilan digital.
#8 Program Pastoral & Kunjungan Jemaat Tidak Aktif
Kehadiran ibadah masih di 3.62, dan responden menyebut kebutuhan kunjungan pastoral bagi jemaat yang kurang aktif. Perlu: (a) database jemaat tidak aktif per jemaat, (b) tim kunjungan terlatih per kolom, (c) konseling pastoral berbasis penggembalaan, (d) ruang aman untuk berbagi pergumulan.
#9 Program Ibadah Keluarga sebagai Program Strategis
Keluarga memiliki waktu doa bersama hanya 3.65. Renstra harus menjadikan ibadah keluarga program STRATEGIS dan penyediaan panduan ibadah keluarga/renungan.
#10 Program Bantuan Infrastruktur Gedung Gereja
Dikonfirmasi ulang oleh data final: sekitar 17 responden (21%) menyebut kebutuhan pembangunan/penyelesaian gedung gereja. Renstra perlu: (a) pemetaan jemaat yang belum memiliki gedung layak, (b) mekanisme bantuan dana pembangunan dari Sinode, (c) kemitraan dengan pemerintah/donatur, (d) prioritas jemaat yang paling membutuhkan.