Gereja yang bersekutu, bersaksi, dan melayani info@gpig.or.id
Dokumen Gerejawi GPIG

Tata Gereja GPIG

Dokumen Tata Gereja Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo Tahun 2024, disajikan dalam bagian-bagian yang mudah dibaca di desktop maupun perangkat mobile.

Penutup & Lampiran

Ketentuan Penutup & Lampiran

Perubahan, pemberlakuan, penetapan peraturan, dan teks liturgis lampiran.

PERUBAHAN DAN PEMBERLAKUAN

SERTA PENETAPAN PERATURAN

Pasal 1

Perubahan

1Perubahan peraturan ini hanya dapat dilakukan dan ditetapkan dalam Sidang Sinode atau Sidang Sinode Istimewa.
2Usulan perubahan diajukan minimal satu tahun sebelum Sidang Sinode atau Sidang Sinode Istimewa oleh dua pertiga dari jumlah Jemaat GPIG dan tersebar di setengah tambah satu Wilayah.
3Usulan perubahan dibahas dalam Sidang Tahunan Sinode untuk diputuskan dan ditetapkan dalam Sidang Sinode atau Sidang Sinode Istimewa.

Pasal 2

Pemberlakuan dan Penetapan

1. Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

2.Dengan ditetapkannya peraturan ini maka peraturan yang lama dinyatakan tidak berlaku lagi.

Ditetapkan di :Kota Gorontalo

Pada tanggal :27 Oktober 2023

DOA BAPA KAMI

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu,

Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan,

Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa

Dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

PENGAKUAN IMAN RASULI

1Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa Khalik Langit dan Bumi
2Dan kepada Yesus Kristus AnakNya yang tunggal, TUHAN kita.
3Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari Anak dara Maria
4Yang menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
5Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,
6Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Maha Kuasa
7Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati
8Aku percaya kepada Roh Kudus
9Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan orang kudus,
10Pengampunan dosa,
11Kebangkitan daging
12Dan hidup yang kekal. Amin

PENGAKUAN IMAN NICEA – KONSTANTINOPEL

Aku percaya kepada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, segala kelihatan dan yang tak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah Yang Tunggal, lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman. Allah dari Allah, Terang dari Terang.

Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati, diperanakkan, bukan dibuat ;

sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala

sesuatu dibuat; yang telah turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria; dan menjadi manusia; yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus:menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi kitab-kitab,

dan naik ke surga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan

datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.

Aku percaya kepada Roh Kudus, yang jadi Tuhan dan Yang menghidupkan, yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi.

Aku percaya satu Gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang. Amin.

PENGAKUAN IMAN – ATANASIUS

1Barangiapa yang ingin diselamatkan, adalah perlu baginya di atas segala-galanya untuk memegang/mempercayai iman Katolik/universal/am.
2Yang, kecuali setiap orang memelihara/mempertahankannya secara sempurna dan tidak diganggu gugat, ia pasti akan binasa selama-lamanya.
3Tetapi iman Katolik/universal/am adalah ini, bahwa kami menyembah satu Allah dalam tritunggal, dan tritunggal dalam kesatuan.
4Tidak ada kekacauan/percampuran pribadi-pribadi ataupun pemisahan zat.
5Karena pribadi dari Bapa adalah satu, dari Anak adalah pribadi yang lain, dan dari Roh Kudus adalah pribadi yang lain.
6Tetapi dari Bapa, dari Anak, dan dari Roh Kudus ada satu keilahian, kemuliaan yang sama/setara dan keagungan/kuasa yang berdaulat yang sama kekalnya.
7Apa adanya Bapa itu, demikian juga dengan Anak dan juga Roh Kudus.
8Bapa tidak diciptakan, Anak tidak diciptakan, Roh Kudus tidak diciptakan.
9Bapa itu maha besar, Anak itu maha besar, Roh Kudus itu maha besar.
10Bapa itu kekal, Anak itu kekal, Roh Kudus itu kekal.
11Tetapi tidak ada tiga yang kekal, tetapi satu yang kekal.
12Demikian juga tidak ada tiga (makhluk) yang tidak dicipta, juga tidak tiga yang maha besar, tetapi satu yang tidak dicipta dan satu yang maha besar.
13Dengan cara yang sama Bapa adalah maha kuasa, Anak adalah maha kuasa, Roh Kudus adalah maha kuasa.
14Tetapi tidak ada tiga yang maha kuasa, tetapi satu yang maha kuasa.
15Demikian juga Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah.
16Tetapi tidak ada tiga Allah, tetapi satu Allah.
17Demikian pula Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan.
18Tetapi tidak ada tiga Tuhan, tetapi satu Tuhan.
19Karena sebagaimana kami didorong seperti itu oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi secara terpisah/individuil sebagai Allah dan Tuhan; demikian pula kami dilarang oleh agama Katolik/universal/am untuk mengatakan bahwa ada tiga Allah atau Tuhan.
20Bapa tidak dibuat dari apapun, tidak diciptakan, tidak diperanakkan.
21Anak itu dari Bapa saja, tidak dibuat, tidak dicipta, tetapi diperanakkan.
22Roh Kudus itu dari Bapa dan Anak, tidak dibuat, tidak dicipta, tidak diperanakkan, tetapi keluar.
23Karena itu ada satu Bapa, bukan tiga bapa, satu Anak, bukan tiga anak, satu Roh Kudus, bukan tiga Roh Kudus.
24Dan dalam tritunggal ini tidak ada yang pertama atau terakhir, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.
1Tetapi ketiga pribadi yang sama-sama kekal dan setara di antara mereka sendiri; sehingga mereka semua secara keseluruhan, seperti dikatakan di atas, baik kesatuan dalam tritunggal, maupun tritunggal dalam kesatuan, harus disembah.
2Karena itu, ia yang ingin diselamatkan harus berpikir demikian tentang tritunggal.
3Tetapi adalah perlu untuk keselamatan kekal bahwa ia juga percaya dengan setia/benar inkarnasi dari Tuhan kita Yesus Kristus.
4Karena itu adalah iman yang benar bahwa kita percaya dan mengaku bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah Allah dan manusia.
5Ia adalah Allah, diperanakkan dari kekekalan dari zat Sang Bapa; manusia, dilahirkan dalam waktu dari zat ibuNya.
6Allah yang sempurna, manusia yang sempurna, terdiri dari jiwa yang rasionil dan daging manusia.
7Setara dengan Sang Bapa dalam hal keilahianNya, lebih rendah dari Sang Bapa dalam hal kemanusiaanNya.
8Yang, sekalipun adalah Allah dan manusia, bukanlah dua tetapi satu Kristus.
9Tetapi satu, bukan dari perubahan dari keilahianNya menjadi daging, tetapi dari penerimaan/pengambilan dari kemanusiaanNya kepada/ke dalam Allah.
10Satu, sama sekali bukan karena percampuran zat, tetapi dari kesatuan pribadi.
11Karena sebagaimana jiwa yang rasionil dan daging adalah satu manusia, demikian juga Allah dan manusia adalah satu Kristus.
12Yang menderita untuk keselamatan kita, turun ke neraka, hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati.
13Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa, darimana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
14Pada kedatangan siapa semua manusia akan bangkit kembali dengan tubuhnya, dan akan mempertanggungjawabkan pekerjaan/perbuatan mereka sendiri.
15Dan mereka yang telah berbuat baik akan pergi ke dalam kehidupan kekal; mereka yang telah berbuat jahat ke dalam api yang kekal.
16Inilah iman Katolik/universal/am, yang, kecuali seseorang percaya dengan setia dan teguh, ia tidak bisa diselamatkan.

SEPULUH FIRMAN (Keluaran 20:1-17 TB 2)

Lalu Allah mengucapkan segala firman ini, β€œAkulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

1Jangan ada padamu ilah lain dihadapan-Ku.
2Jangan membuat bagimu berhala yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembahnya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. Tetapi, Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu keturunan, kepada yang mereka dan berpegang pada perintah-perintah-Ku.
3Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, untuk disalahgunakan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyalahgunakan nama-Nya.
4Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu. Tetapi, hari ketujuh adalah hari Sabat bagi TUHAN, Allahmu. Jangan melakukan pekerjaan apapun, engkau, anakmu laki-laki atau perempuan, hambamu laki-laki atau perempuan, atau hewanmu, ataupun pendatang di dalam kotamu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh. Itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
5Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu hidup lama di tanah yang diberikan TUHAN, Allah-mu, kepadamu.
6Jangan membunuh.
7Jangan berzina.
8Jangan mencuri.
9Jangan memberikan kesaksian dusta terhadap sesamamu.
10Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, hambanya laki-laki atau perempuan, lembunya atau keledainya, atau apapun milik sesamamu.”

HUKUM YANG TERUTAMA (Matius 22:37-40 TB 2)

Jawab Yesus kepadanya, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap

Hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

UCAPAN BAHAGIA (Matius 5 :3-12 TB 2)

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang berbelaskasihan, karena mereka akan beroleh belas kasihan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku orang mencela dan menganiaya kamu, serta menujukan segala fitnah kepadamu.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga,

sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Kembali ke daftar